MAKALAH THAHARAH PDF

Ischak Rahardjo, Stikap, Education Department, Graduate Student. Studies Education, Islamic Law, and Islamic Philosophy. shalat. psikologi. Psikologi. Tuntunan Shalat. Lengkap. Risalah Tuntunan . Shalat Shalat dan. Thaharah. makalah shalat berjamaah. Syarat wajib melakukan thaharah yang paling utama adalah beragama Islam dan Interested in MAKALAH THAHARAH FUNGSI DAN ?.

Author: Babar Dibei
Country: Maldives
Language: English (Spanish)
Genre: Life
Published (Last): 26 November 2007
Pages: 406
PDF File Size: 1.10 Mb
ePub File Size: 19.62 Mb
ISBN: 905-3-85137-297-9
Downloads: 63777
Price: Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader: JoJokus

Makalah Tentang Thaharah Autosaved Full description. Fiqih Thaharah – Ahmad Sarwat Full description.

Stikap | Education –

Sedangkan gama-agama lain tidak memiliki konsern konsern yang yang sedemikian hebat yang melebihi islam thaharxh kebersihan.

Islam sangat peduli dengan kebersihan manusia, kebersihan rumah, kebersihan jalan, kebersihan masjid dan yang lainnya. Hingga diantara mereka ada yang mengatakan: Hanya saja akal tidak mampu memberikan detailnya. Maka datanglah syariat menerangkan detailnya dengan menerangkan posisinya dalam rasio. Sedangkan penyucian yang berkenaan dengan sesuatu yang dimaklumi adalah dengan taubat dan kaffarat dan yang dirasakan ma,alah adalah dengan cara disucikan dengan air dan yang serupa dengannya.

Kemuliaan makhluk adalah karena kedekatannya dengan pencipta-Nya. Oleh sebab itu, syariat memerintahkan agar seseorang menjauhkan dirinya dari najis dalam segala kondisinya Allah mewajibkan untuk membersihkan diri dalam semua hal saat dia akan menghadap Tuhannya seperti saat shalat.

Hal ini dikarenakan beberapa kendala yang baik dari sumber atau dari para pembaca yang kurang meminati tentang bacaan yang mengenai Thaharah. Peranan penting Thaharah ini akan dapat kita lihat dalam pemecahannya yang terdapat pada bagian isi makalah ini yang menjelaskan tentang Thaharah, thaharaah Thaharah, kedudukan Thaharah, hingga pembagian air yang mana sebagai alat yang digunakan dalam Thaharah tersebut.

Bersuci karena hadats hanya dibagian badan saja. Hadats ada dua,yaitu hadats besar dan hadats kecil.

makalah thaharah – PDF Free Download

Menghilangkan hadats besar dengan mandi atau tayammum dan menghilangkan hadats kecil dengan dan wudhu atau tayjammum. Bersuci dari najis berlaku pada badan,pakaian dan tempat. Tjaharah menghilangkannya harus dicuci dengan air suci dan mensucikan. Kedudukan Thaharah dalam Ibadat Thaharah merupakan masalah yang sangat penting dalam agama dan merupakan pangkal pokok dari ibadat yang menjadi penyongsong bagi manusia dalam menghubungkan diri dengan Tuhan.

Shalat tiada sah bila tiada dengan thaharah,hal ini sesuai dengan sabda Nabi SAW: Untuk melakukan shalat umpamanya,seseorang terlebih dahulu harus melakukan wudhu dan membersihkan najis yang melekat di badan. Demikian juga halnya thayarah puasa yang tidal boleh dilakukan oleh orang yang dalam keadaan haid dan nifas.

Kemudian dalam melakukan thaharah,ada sopan santun adap yang harus dipatuhi,ialah sebagai berikut: Macam-macam Thaharah Thaharah memiliki macam-macam,yaitu terdiri dari dua macam, antara lainnya sebagai berikut: Jenis thaharah ini adalah khusus yang mengenai tubuh, seperti wudhu, mandi dan t ayammum. Hadats ialah keadaan yang menghalangi thaharah. Hadats terdiri dari dua macam, yaitu hadats kecil dan besar.

Hadats kecil adalah suatu keadaan seseprangyang dapat disucikan dengan wudhu atau tayammum, sebagai ganti dari pad wudhu. Orang yang tidak berwudhu disebut hadits kecil. Sedangkan hadats besar ialah suatu keadaan seseorang yang mesti dibersihkan atau disucikan dengan mandi atau tayammum, sebagai ganti dari mandi, seperti orang yang sedang junub dan wanita yang sedang haid.

Adapun kotoran adalah najis hakiki seperti darah,tinja dan lain sebagainya. Najis hakiki adalah kotoran yang menghalangi keabsahan shalat tanpa ada keringanan, seperti darah dan kotoran manusia.

  GHTF STED PDF

Sedangkan najis hukmi ialah suatu hal yang dipandang ada pada anggota badan yang secara hukum menghalangi keabsahan shalat.

makalah thaharah

Pembahagian Bersuci Bersuci itu terbagi dua: Kebersihan lahir ialah bersih dari kotoran dan daro hadats. Thagarah dari kotoran, cara menghilangkannya dengan menghilangkan kotoran itu pada tempat ibadah,pakaian yang dipakai dan pada badan seseorang. Sedang kebersihan dari hadats dilakukan dengan mengambil air wudhu dan mandi. Macam-macam Air dan Pembagiannya Alat terpenting untuk bersuci ialah air. Berdasarkan firman Allah, Q. Air mutanajjis apabila kurang dari dua kullah 1 tidak sah untuj bersuci,tetapi apabila lebih dari dua kullah dan tidak berubah sifatnya bau, rupa dan rasanyamaka sah untuk bersuci, Yang dimaksud air dua kullah menurut jakalah di Bagdad adalag kali 10 jerigen.

Ini pendapat yan paling kuat. Air dua kullah sendiri kalau diukur dengan ukuran liter adalah srbagai berikut: Air yang digunakan untuk bersuci itu adalah air yang suci zatnya dan dapat mensucikan yang lainnya.

Ia adalah air yang masih dalam keadaannya yang asli. Baik ia turun dari langit maupun mengalir diatas tanah. Air najis yang tak boleh digunakan, karna ia tak mengangkat hadats dan tidak menghilangkan najis. Air seperti ini adalah air yang telah berubah karna terkena najis.

Tidak boleh dan tidak sah mengangkat hadats dan menghilangkan najis yang semakna dengan mengangkat hadats dan menghilakngkan najis melainkan dengan air mutlak. Yakni dengan air murni ialah zat cair yang dinamakan malalah yang tidak bercampur se[erti air hujan dan sebagainya. Sekalipun air telah berubah warnanya, namun ia masih dinamakan air mutlak. Yang dimaksud air yang suci adalah air yang tidak mengandung najis. Air ini terbagi 4 macam: Najis dapat dibagi menjadi 3 bagian: Cara mensucikannya,cukup dengan memercikkan air pada benda yang terkena najis itu sampai bersih.

Najis mutawassithah dapat dibagi menjadi 2 bagian: Cara mensucikannya dengan mengalirkan air pada bekas najis itu. Najis yang dapat dimaafkan antara lain: Barang-barang yang najis Barang yang najis ialah kotoran yang wajib mensucikannya bagi tiap muslim, apabila mengenai dirinya, pakaian atau tempatnya. Pengecualian dari hal itu ialah: Telah disepakati oleh mujtahidien, kenajisan kotoran manusia tersebut diatas, selain air kencing bayi laki-laki yang masih menyusuh, dan belum memakan makanan.

Bila dijilat anjing, wajib dicuci 7 kali, salah satunya dengan menggunakan debu. Darah haidh ialah darah yang biasa keluar tiap bulan dari rahim wanita. Adapun wanita yang istihadhah, yakni masih tetap maalah dara sesudah waktu penetapan haidh dan nifas,mereka wajib mengerjakan sembahyang, hanya harus mandi dulu sebelum mengerjakan sembahyang. Apabila mengenai badan atau pakaian dan tidak jelas mana yang terkena anggota badan atau pakaian itu, maka dengan mandi dan membasuh pakaian yang terkena najis tersebut.

Mengenai barang cair yang terkena najis, menurut jumhur ulama, najislah semuanya. Benda cair itu tidak menjadi najis, apabila tidak berubah karna najis itu.

Cara lain yang mengandung sarana untuk mensucikan kulit binatang ialah dengan menyamak. Menyamak ini dapat mensucikan kulit hewan yang dagingnya haram dimakan, kecuali thaharan babi atau babi hutan I. Mereka begitu saja menerima kebohongan dan kedustaan dari ulama-ulama mereka terhadap agama Allah. Sama seperti mereka dalam hal kekufuran, kesesatan, dan kebohongan adalah orang munafik yang mengaku beriman namun hatinya tidak. Firman Allah SWT yang artinya: Mereka mengubah perkataan-perkataan taurat dari tempat-tempatnya.

  ASTM F1677 PDF

Mereka berkata, jika diberikan ini yang sudah diubah-ubah oleh meraka kepada kami, maka terimalah, dan jika kamu diberikan bukan ini, maka hati-hatilah. Mereka beroleh kehinaan di dunia dan di akhirat mereka berolrh siksaan yang besar. Sesungguhnya hati yang diisi degan kemunafikan, kesombongan, dan kedengkian, menghina sesama hamba Allah, berburuk sangkakepada orang lain, membenci orang-orang mukmin yang saleh, menyukai orang kafir dan orang yang jahat lainnya.

Oleh karana itu kita tahu betapa pentingnya memperhatikan hati dengan cara membersihkannya dari segala kezaliman yang muncul dari kemaksiatankemaksiatan, dan menghiasinya dengan cahaya-cahaya iman sebagai buah amal-amal yang saleh serta akhlak-akhlak yang terpuji.

Sabda Nabi SAW yang artinya: Membersihkan anggota tubuh dari maksiat Sesungguhnya setiap anggota tubuh seseorang itu selain berpotensi untuk ia gunakan melakukan kebajikan yang menjanjikan kebahagiaan dan kehidupan yang menyenangkan, juga berpotensi untuk ia gunakan melakukan kejahatan yang akan mengantarkannya pada mala petaka, bencan, dan kerugian dunia akhirat. Jika seseoorang mendapatkan pertolongan serta petuunjuk dari Allah, hal itu karena ia mau menggunakan anggota tubuhnya untuk melakukan halhal uang disukai dan diridoi Allah.

Dan itu semua bisa dilakukan jika seseorang bisa membersihkan anggota tubuhnya dari kerusakan dan merusak, dari kezaliman dan menzalimi, dari kemungkaran dan kekejian, thahadah juga dari perbuatan maksiat kepada thahrah sekalipun itu hanya mengakibatkan dosa kecil.

Sesungguhnya mengendalikan orang anggota yang tubuhnya saleh adalah orang untuk melakukan yang kebajikan dapat yang manfaatnya kembali bagi thwharah sendiri maupun orang lain di sekitarnya. Dia itulah yang sanggup membersihkan seluruh anggota tubuhnya dari segala sesuatu yang dapat mengundang kemungkaran allah dan sanggup membersihkannya dari noda-noda maksiat dengan cara melakukan ketaatanketaatan.

Contoh manusia seperti itu adalah manusia yang paling baik, paling utama, dan paling layak memperoleh kebahagiaan di dunia dan di akhirat.

Meraka itulah hhaharah yang disinggung dalam firman Allah SWT: Mereka saling mencintai dan saling membantu dalam mengerjakan kebaktian serta ketakwaan. Agar kita dalam menjalankan thahadah syah hukumnya. Sebelum kita melakukan atau mengerjakan ibadah-ibadah yang mengharuskan kita untuk bersuci, maka itu menjadi acuan diterimanya atau syah tidaknya ibadah yang kita lakukan.

Agar badan kita suci dari hadast dan najis. Sangat menyukai rang-rang yang suci atau bersih dari segala macam hadats dan najis.

Kebersihan sama dengan menjaga kesehatan. Salah satu bentuk ibadah kepada Allah demi mendapatkan kebahagiaan di dunia dan di akhirat kelak. Kesimpulan Thaharah merupakan media atau cara untuk membersihkan diri yang mana termasuk juga kedalam ibadah, tanpa ada dilakukannya Thaharah dalam melakukan ibadah seperti shalat wajib, maka shalatnya tersebut tidak sah atau batal. Saran Dalam penulisan makalah ini penulis menyadarai mungkin terdapat kekurangannya, untuk itu penulis menerima setiap saran yang membangun dari pembaca agar makalah ini jadi baik lagi.

Remember me Forgot password? SITE To ensure the functioning of the site, we use cookies. We share information about your activities on the site with our partners and Google partners: Your consent to our cookies if you continue to use this website.